Minggu, 10 April 2022

SIFAT-SIFAT CAHAYA

1. Cahaya Merambat Lurus
Untuk membuktikan sifat cahaya ini, kamu bisa melakukan percobaan dengan menyalakan senter di tempat yang gelap dan arahkan ke dinding. Dengan begitu, kamu bisa melihat cahaya senter yang memancar lurus dan tidak berbelok ke arah lain.









Akibat dari cahaya yang merambat lurus, benda yang tidak tembus cahaya, seperti buku, pohon, dinding, akan membentuk bayangan jika terkena cahaya. Ada dua jenis bayangan yang dihasilkan ketika cahaya mengenai benda tak tembus cahaya, yakni bayangan umbra
dan penumbra.

a. Bayangan umbra adalah bayangan yang benar-benar gelap atau bayangan benda yang tidak mendapat cahaya sama sekali.

b. Bayangan penumbra adalah bayangan yang tidak terlalu gelap atau bayangan yang masih mendapatkan cahaya.

Contoh dari sifat cahaya merambat lurus adalah terjadinya gerhana matahari dan gerhana
bulan.

2. Cahaya Dapat Dipantulkan
Cahaya yang merambat akan memantul jika mengenai semua permukaan benda tanpa terkecuali. Pemantulan cahaya dibagi menjadi dua, yaitu:






a. Pemantulan teratur, yaitu pemantulan yang terjadi jika cahaya dipantulkan oleh bidang yang halus dan rata, seperti contohnya cermin datar.

b. Pemantulan baur, merupakan pemantulan yang terjadi jika cahaya dipantulkan oleh bidang yang kasar dan tidak rata, seperti contohnya aspal, kertas, kayu, dan sebagainya.

Pada proses pemantulan cahaya, berlaku hukum pemantulan cahaya yang dirumuskan oleh Snellius sebagai berikut.

a. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.

b. Sudut datang sama dengan sudut pantul.

Selain itu, sifat cahaya yang dapat dipantulkan ternyata memengaruhi kemampuan kita mengenali warna, lho. Hal ini dikarenakan mata kita hanya menerima sebagian spektrum cahaya yang dipantulkan oleh benda.

Misalnya, cahaya yang mengenai sebuah benda terlihat berwarna merah. Hal ini berarti, spektrum cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut adalah spektrum merah, sedangkan spektrum cahaya lainnya diserap oleh benda tersebut.

3. Cahaya Dapat Dibiaskan atau Dibelokkan
Secara sederhana, pembiasan cahaya adalah perubahan arah sinar cahaya ketika melewati dua medium transparan dengan kerapatan yang berbeda. Misalnya, ketika cahaya melewati medium air dan udara.




Sebagai contoh, detikers bisa meletakkan pensil dalam segelas air dan pensil akan terlihat seperti patah. Hal ini dikarenakan cahaya yang mengalami pembengkokan arah lambat ketika melewati udara dan air.

Kecepatan cahaya akan menurun saat memasuki air atau medium yang lebih rapat. Dengan begitu, semakin besar perubahan kecepatan cahaya saat melalui dua medium yang berbeda, semakin besar pula efek pembiasan yang terjadi.

Ada dua syarat terjadinya proses pembiasan cahaya, yaitu

a. Cahaya merambat melalui dua medium dengan tingkat kerapatan optik yang berbeda, contohnya udara dengan kaca, air dengan kaca, air dengan udara, dan sebagainya

b. Cahaya yang datang harus miring pada batas dua medium. Jika cahaya yang datang adalah tegak lurus, tidak akan terjadi proses pembiasan.


5. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening
Ketika diarahkan ke benda bening, seperti air, gelas kaca bening, kaca mata, dan lainnya, cahaya bisa menembusnya.



Continue reading SIFAT-SIFAT CAHAYA

APLIKASI GETARAN DAN GELOMBANG DALAM TEKNOLOGI

 Ilmu tentang getaran dan gelombang yang terus berkembang berimplikasi pada munculnya teknologi baru yang memudahkan kehidupan manusia.

Berikut ini adalah aplikasi getaran gelombang dalam teknologi.

1.Ultrasonografi (USG)

USG biasa kita dengar untuk melihat bayi dalam rahim ibu. Sebenarnya tidak hanya untuk melihat bayi dalam kandungan saja, namun organ lain dalam tubuh misalnya sendi, otot, penyakit dalam tubuh, pembuluh darah dan sebagainya.

USG merupakan teknik pencitraan menggunakan gelombang ultrasonik dengan frekuensi berkisar 1 MHz – 8 MHz. Cara kerja gelombang bunyi ini dapat menghasilkan gambar ada 3 tahapan.

a.Pemancaran Gelombang, yaitu alat USG yang disebut transduser memancarkan gelombang ultrasonik ke dalam jaringan tubuh.

b.Penerimaan Gelombang Pantul, yaitu gelombang yang tadi dipancarkan kemudian dipantulkan kembali oleh jaringan tubuh dengan jangka waktu dan besar kecilnya gelombang yang berbeda-beda.

c.Intrepretasi Gelombang Pantul, yaitu gelombang yang dpantulkan kembali tadi akan diterima oleh transduser, selanjutnya gelombang akan diubah menjadi sinyal listrik. Oleh kompute, sinyal listrik tersebut diproses dan diubah menjadi gambar.

2.Sonar

Sonar umumnya digunakan untuk menentukan kedalaman laut. Cara kerjanya yaitu sebuah gelombang bunyi dipancarkan ke dalam laut, ketika gelombang mengenai suatu penghalang atau dasar laut, kemudian gelombang akan dipantulkan kembali ke atas. Dengan mengetahui kecepatan gelombang dan waktu yang ditempuh gelombang saat turun dan kembali ke atas, jarak kedalaman laut akan dapat dihitung dengan mudah.

Selain untuk mengukur kedalaman laut, sonar juga dapat digunakan untuk mendeteksi benda dalam laut misalnya kapal tenggelam, keberadaan ikan hingga kecepatan arus bawah laut.


3.Terapi Ultrasonik

Pemanfaatan gelombang ultrasonik untuk medis telah digunakan secara luas. Macam-macam teapi ultrasonik yaitu terapi fisik misalnya inflamasi sendi dan osteoarthritis. Terapi ultrasonik juga dapat digunakan untuk memecah batu ginjal sehingga tanpa perlu operasi. Selain itu dapat digunakan pula untuk membersihkan gigi dan mengatasi katarak. Bahkan dapat digunakan pengantar obat secara efektif misalnya kemoterapi pada sel kanker di otak.

4.Sonifikasi

Sonifikasi merupakan proses pemberian energi gelombang ultrasonik pada suatu bahan dengan tujuan untuk memecah bahan menjadi sangat kecil.

Sonifikasi dapat digunakan untuk produksi nanopartikel misalnya nanoemulsi dan nanokristal. Pada aplikasi biologis, sonifikasi digunakan untuk merusak membran sel dan melepaskan isi sel nya atau disebut juga sonoporasi.

5.Pengujian Ultrasonik

Pengujian ultrasonik menggunakan teknik penyaluran gelombang ultrasonik pada material yang diuji. Pengujian ultrasonik dapat digunakan pada produksi logam baja dan alumunium, produksi pesawat serta otomotif.

Melalui teknik ini, akan dapat diketahui kerusakan bagian dalam benda, ketebalan dan karakteristiknya.

Itulah beberapa contoh aplikasi getaran gelombang dalam teknologi, semakin berkembang ilmu getaran dan gelombang maka teknologi terkini juga semakin canggih.


Sumber:https://gravitime.net/2021/04/aplikasi-getaran-gelombang-dalam-teknologi/ 

Continue reading APLIKASI GETARAN DAN GELOMBANG DALAM TEKNOLOGI

MEKANSME MENDENGAR PADA MANUSIA DAN HEWAN

 MEKANISME MENDENGAR PADA MANUSIA DAN HEWAN



1.     BAGIAN-BAGIAN TELINGA DAN FUNGSINYA

Telinga terdiri atas beberapa bagian sehingga dapat bekerja dengan baik. Bagian-bagian telinga tersebut meliputi :

daun telinga

lubang telinga

liang telinga

gendang telinga

tiga tulang pendengaran

tiga saluran setengah lingkaran, saraf pendengaran, saluran eustachius, dan rumah siput (koklea).

Semua bagian tersebut mempunyai perannya masing-masing sehingga dapat menghasilkan informasi ke otak dan akhirnya mampu mendengar bunyi secara baik. Perhatikan terlebih dahulu letak bagian-bagian telinga pada gambar di bawah.

 









Struktur telinga seperti yang terlihat pada gambar di atas dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian,  yaitu : telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Adapun fungsi dari masing – masing bagian adalah sbb. :

Telinga Luar

Daun telinga: mengumpulkan dan menyalurkan bunyi ke liang telinga.

Lubang telinga: tempat masuknya bunyi ke liang telinga.

Liang telinga: meneruskan rangsang bunyi ke gendang telinga.

Telinga Tengah

Gendang telinga: mengubah bunyi menjadi getaran.

Tiga tulang pendengaran (martil, landasan, dan sanggurdi): memperkuat dan menghantar getaran ke saluran telinga yang lebih dalam.

Saluran Eustachius: menghubungkan rongga mulut dengan telinga bagian dalam dan mengatur keseimbangan tekanan udara.

Telinga Dalam

Tiga saluran setengah lingkaran: menjaga keseimbangan tubuh.

Tingkap oval/jorong: untuk meneruskan getaran ke rumah siput.

Rumah siput (koklea): mengubah getaran menjadi impuls dan meneruskannya ke otak.

 

2.     MEKANISME PROSES MENDENGAR PADA MANUSIA

Proses suatu bunyi dapat didengar oleh seseorang diawali dengan masuknya bunyi ke dalam telinga yang ditangkap oleh daun telinga. Bunyi selanjutnya diteruskan ke bagian telinga yang paling dalam. Kemudian informasi diteruskan ke otak melalui saraf pendengaran. Sampai akhirnya,dapat mengerti sedang mendengarkan bunyi apa.

Berikut ini adalah ururtan cara kerja telinga secara lebih lengkapnya.

1. Suara ditangkap daun telinga dan diarahkan melalui saluran telinga.

2. Getaran suara ditangkap gendang telinga dan diteruskan ke telinga tengah.

3. Getaran diteruskan oleh tulang sanggurdi ke rumah siput (koklea).

4. Rumah siput menghantarkan getaran melalui cairan yang memenuhi rumah siput sehingga dapat ditangkap oleh sel-sel saraf rambut getar dalam rumah siput.

5. Sel-sel saraf rambut getar di rumah siput menghantarkan sinyal listrik akibat getarannya ke saraf pendengaran.

6. Saraf pendengaran menghantarkan sinyal listrik ke otak.

7. Otak menerjemahkan sinyal listrik sebagai sensasi bunyi .



3. Sistem Sonar Pada Makhluk Hidup

Sistem sonar

Pernakah kamu melihat anjing menggerakan telinganya ???Anjing sering menggerakkan telinga ketika melakukan pelacakan atau berburu. Beberapa mamalia akan menggunakan daun telinga mereka untuk mengarahkan suara ke dalam saluranpendengarannya. Sistem ini disebut sistem sonar yaitu sistem yang digunakan untukmendeteksi tempat dalam melakukan pergerakan dengan deteksi suara frekuensi tinggi(ultrasonik).

Jadi apa itu sonar??????Sonar (Singkatan dari bahasa Inggris: sound navigation and ranging), merupakan istilah yang berarti penjarakan dan navigasi suara, adalah sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam untuk navigasi atau mendeteksi keberadaan suatu objek.  Nah . . Seperti pada gambar tadi, daun telinga anjing sering digerakkan untuk membantu menentukan arah dari mana suara tersebut datang dan akan dapat mendeteksi suara samar.  Selain ajing, kelelawar juga menggunakan telinga (indra pendengaran) untuk mengenali keadaan di sekitarnya.

Sistem sonar Kelelawar.

Untuk terbang dan berburu, kelelawar akan memanfaatkan bunyi yang frekuensinya tinggi, kemudian mendengarkan gema yang dihasilkan. Pada saat kelelawar mendengarkan gema, kelelawar tidak dapat mendengar suara lain selain dari yang dipancarkannya sendiri. Lebar frekuensi yang mampu didengar oleh makhluk ini sangat sempit, yang lazimnya menjadi hambatan besar untuk hewan ini karena adanya Efek Doppler. Berdasarkan Efek Doppler, jika sumber bunyi dan penerima suara keduanya tak bergerak (jika dibandingkan dengan benda lain), maka penerima akan menentukan frekuensi yang sama dengan yang dipancarkan oleh sumber suara.  Akan tetapi, jika salah satunya bergerak, frekuensi yang diterima akan berbeda dengan yang dipancarkan. Dalam hal ini, frekuensi suara yang dipantulkan dapat jatuh ke wilayah frekuensi yang tidak dapat didengar oleh kelelawar. Dengan demikian, kelelawar tentu akan menghadapi masalah karena tidak dapat mendengar gema suaranya dari lalat yang sedang bergerak. Berdasarkan kenyataan, kelelawar dapat menyesuaikan frekuensi suara yang dikirimkannya terhadap benda bergerak seolah sang kelelawar telah memahami Efek Doppler. Misalnya, kelelawar mengirimkan suara berfrekuensi tertinggi terhadap lalat yang bergerak menjauh sehingga pantulannya tidak hilang dalam wilayah tak terdengar dari rentang suara. Kelelawar akan dapat mendengar dan menentukan posisi dari berbagai benda yang ada di sekitarnya. Sistem ini juga dimiliki oleh lumba-lumba dan paus.

Sistem sonar lumba-lumba.

Lumba-lumba hidup di perairan dalam dengan pencahayaan yang kurang. Oleh karena itu lumba-lumba tidak mengandalkan mata untuk mencari makanannya.Lumba-lumba mempunyai sistem yang memungkinkan untuk berkomunikasi dan menerima rangsangan, yaitu sistem sonar. Sistem ini berguna untuk mengindera benda benda di lautan, mencari makan, dan berkomunikasi.Lumba-lumba bernapas melalui lubang yang ada di atas kepalanya. Tepat di bawah lubang ini, terdapat kantung-kantung kecil berisi udara. Dengan mengalirkan udara melalui kantung-kantung ini, lumba-lumba menghasilkan bunyi dengan frekuensi tinggi. Kantung udara ini berperan sebagai cermin akustik yang memfokuskan bunyi yang dihasilkan gumpalan kecil jaringan lemak yang berada tepat di bawah lubang pernapasan. Kemudian, bunyi ini dipancarkan ke arah sekitarnya secara terputus-putus. Gelombang bunyi lumba-lumba segera memantul kembali bila membentur suatu benda. Pantulan gelombang bunyi tersebut ditangkap di bagian rahang bawahnya yang disebut “jendela akustik”. Dari bagian tersebut, informasi bunyi diteruskan ke telinga bagian tengah, dan akhirnya ke otak untuk diterjemahkan. Pantulan bunyi dari sekelilingnya memberi informasi rinci tentang jarak benda-benda dari mereka, ukuran dan pergerakannya. Dengan cara tersebut, lumba-lumba mengetahui lokasi mangsanya. Lumba-lumba juga mampu saling berkirim pesan walaupun terpisahkan oleh jarak lebih dari 220 km. Lumbalumba berkomunikasi untuk menemukan pasangan dan saling mengingatkan akan bahaya.

Pemanfaatan sistem sonar

1. Konsep sonar pada saat ekolokasi kelelawar memanfaatkan gelombang ultrasonik. Berikut beberapa pemanfaatan gelombang ultrasonik pada kehidupan manusia.Gelombang ultrasonik dimanfaatkan untuk mengamati janin bayi dalam kandungan, yang dikenal dengan ultrasonografi (USG). Alat ini akan memancarkan berkas ultrasonik ke rahim ibu hamil, kemudian melacak perubahan frekuensi bunyi mantul dari jantung yang berdenyut dan darah yang beredar. Pancaran pendek dari ultrasonik akan menghasilkan gambar penampang badan manusia. Denyut yang menabrak janin dan tulang belakang akan terpantul. Komputer menyimpan intensitas setiap denyut dan waktu arah gemanya. Berdasarkan data, komputer akan menghitung kedalaman dan lokasi setiap benda yang menghasilkan gema, lalu menampilkan titik cerah pada monitor.Gelombang ultrasonik digunakan untuk mendeteksi adanya penyakit pada manusia, seperti mendeteksi adanya kista pada ovarium.

2.  Gelombang ultrasonik juga digunakan untuk menentukan kedalaman dasar lautan yang diperoleh dengan cara memancarkan bunyi ke dalam air. Gelombang bunyi akan merambat menurut garis lurus hingga mengenai sebuah penghalang, misalnya dasar laut. Ketika gelombang bunyi itu mengenai penghalang, sebagian gelombang itu akan dipantulkan kembali ke kapal sebagai gema. Waktu yang dibutuhkan gelombang bunyi untuk bergerak turun ke dasar dan kembali ke atas diukur dengan cermatCara mengukur kedalaman laut :Dengan:s = kedalaman lautan,v = kecepatan gelombang ultrasonik, dant = waktu tiba gelombang ultrasonik.Alat pada kapal yang disebut transduser akan mengubah sinyal listrik menjadi gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke dasar laut. Pantulan dari gelombang tersebut akan menimbulkan efek gema (echo) dan akan dipantulkan kembali ke kapal dan ditangkap oleh alat detektor. Sistem penerima pada kapal akan melakukan penghitungan mengenai jarak obyek. Dengan cara tersebut, manusia tidak perlu bersusah payah dalam mengukur kedalaman laut. Proses pengukuran kedalaman laut meniru proses lumba-lumba dalam mencari mangsanya. 


Sumber: https://www.guruspensaka.com/2021/03/ipa-8-mekanisme-mendengar-pada-manusia.html

Continue reading MEKANSME MENDENGAR PADA MANUSIA DAN HEWAN

Rabu, 06 April 2022

ALAT MUSIK

 1. Gitar

Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik, umumnya menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher yang padat sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam didempetkan. 




2. Piano

Piano adalah alat musik tuts yang diklasifikasikan sebagai instrumen dawai dan perkusi yang dimainkan dengan menekan tuts-tuts pada papan piano. Setiap tuts tersambung ke palu yang ada di dalam piano dan menekan senar di dalamnya, sehingga menghasilkan bunyi





3. Biola

Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang paling rendah adalah G




4. Angklung

Angklung adalah alat musik multitonal yang berkembang dari masyarakat Sunda. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.






5. Tifa

Tifa merupakan alat musik khas Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku dan Papua. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas











Continue reading ALAT MUSIK

BUNYI

 Bunyi adalah gelombang yang merambat melalui medium tertentu. Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang digolongkan sebagai gelombang longitudinal.

Berdasarkan rentang frekuensinya, gelombang bunyi dibedakan menjadi:

  1. Infrasonik, gelombang bunyi yang memiliki frekuensi < 20 Hz.
  2. Audiosonik, gelombang bunyi yang memiliki frekuensi antara 20--20.000 Hz. Frekuensi inilah yang dapat didengar oleh telinga manusia.
  3. Ultrasonik, gelombang bunyi yang memiliki frekuensi > 20.000 Hz. Hewan yang dapat mendengar gelombang bunyi ini ialah anjing dan kelelawar.

A. Rumus Cepat Rambat Bunyi

Gelombang bunyi merambat dengan kecepatan tertentu. Kecepatan bunyi bervariasi antara 330 m/s hingga 5.400 m/s.

rumus cepat rambat bunyi

Cepat rambat bunyi di udara sekitar 330 m/s. Karena bunyi adalah gelombang, cepat rambat bunyi dapat dituliskan:

rumus konsep gelombang bunyi

Cepat rambat bunyi dalam suatu zat padat bergantung pada modulus Young (E) dan kerapatan atau massa jenis dari zat padat tersebut.

 rumus cepat rambat gelombang bunyi

Cepat rambat bunyi bergantung pada medium letak bunyi tersebut berada. Di udara, kecepatan bunyi bergantung pada suhu udara dan jenis-jenis partikel yang menyusun udara tersebut. Rumus kecepatan bunyi di udara (gas) dapat dituliskan:

v= Capture-36.png

Keterangan :

v = cepat rambat bunyi (m/s)

γ = konstanta adiabatik

R = konstanta umum gas (8,31 joule/mol K)

T = suhu mutlak gas (K)

M = massa relatif gas (kg/mol)

Cepat rambat bunyi dalam zat cair bergantung pada modulus Bulk (B) dan kerapatan atau massa jenis dari zat tersebut.

v= Capture-37.png

Keterangan :

v = cepat rambat bunyi (m/s)

B = modulus Bulk (N/)

= massa jenis zat (kg/)

B. Contoh Soal Gelombang Bunyi

1. Jika modulus limbah untuk air adalah 1 x 10N/m2, berapa laju gelombang kompresi di dalam air?

Jawab:

Diketahui:

Capture-38.png

Ditanya: v?

Jawab:

Capture-39.png

2. Seorang anak mendengar bunyi yang memiliki panjang gelombang sebesar 10 meter. Jika cepat rambat bunyi di udara adalah 340 m/s, tentukan:

a. frekuensi sumber bunyi

b. periode sumber bunyi

Diketahui:

𝝀 = 10 m

v = 340 m/s

Ditanya: f dan T?Jawab:

a.

Capture-40.png

Capture-41.png

Capture-42.png

b. T = 1/f

        = 1/34 sekon


Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/konsep-gelombang-bunyi

Continue reading BUNYI

GELOMBANG

 Gelombang adalah getaran yang merambat, yang membawa energi selama perambatannya. Gelombang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu berdasarkan medium perambatannya dan berdasarkan arah rambatnya.

Berdasarkan medium perambatannya

  1. Gelombang mekanik: Gelombang yang membutuhkan medium dalam perambatannya. Contohnya pada gelombang bunyi. Seseorang dapat mendengarkan musik dan suara karena gelombang bunyi merambat melalui udara sehingga sampai ke telinga.
  2. Gelombang elektromagnetik: Gelombang yang tidak membutuhkan medium dalam perambatannya. Contohnya pada gelombang cahaya.


 


 



 

 


 


Ilustrasi gelombang cahaya (Sumber: pxhere.com)

Berdasarkan arah rambatnya

  1. Gelombang longitudinal: Gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah rambatnya. Dalam satu gelombang longitudinal terdiri dari satu regangan dan satu rapatan. Contohnya pada gelombang suara di udara.
  2. Gelombang transversal: Gelombang yang arah getaranya tegak lurus dengan arah rambatnya. Contohnya pada gelombang tali. Ketika tali digerakkan ke atas dan ke bawah, arahnya tegak lurus dengan arah gerakan gelombang.
Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/perbedaan-getaran-dan-gelombang 
Continue reading GELOMBANG

Getaran

Getaran merupakan gerakan bolak-balik pada suatu benda dalam selang waktu tertentu melalui titik kesetimbangannya. Benda dikatakan bergetar dalam satu kali getaran penuh yakni dari titik awal dan kembali ke titik awal tersebut


ilustrasi getaran pada bandul sederhana(Sumber: https://wirahadie.com/materi-getaran-dan-gelombang/)

Contohnya, getaran pada bandul sederhana di atas. Satu kali getaran penuh adalah saat benda bergerak dari titik A-B-C-B-A atau dari titik C-B-A-B-C. Simpangan terjauh pada bandul yaitu pada titik A atau titik C. Simpangan terjauh ini, disebut dengan amplitudo. Jika kita lihat pada gambar di atas, amplitudo pada bandul adalah jarak BC atau jarak BA. Titik B merupakan titik setimbang, jarak dari titik B pada selang waktu tertentu disebut simpangan. Beberapa contoh getaran yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari antara lain :

 ✓ sinar gitar yang dipetik 

✓ bandul jam dinding yang sedang bergoyang 

✓ ayunan anak-anak yang sedang dimainkan 

✓ mistar plastik yang dijepit pada salah satu ujungnya, lalu ujung lain diberi simpangan dengan cara menariknya, kemudian dilepaskan tarikannya.

 ✓ Pegas yang diberi beban

Parameter atau karakteristik getaran adalah: Amplitudo getaran [A]:

 adalah simpangan getaran maksimum diukur dari titik kesetimbangan (cm).

 Periode [T]: waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran penuh. Rumusnya: T= t/n T= Periode t= waktu (sekon) n=jumlah getaran Frekwensi [f]: banyaknya getaran yang dilakukan setiap detik Rumusnya: f=n/t Hubungan antara Periode dan Frekwensi bisa ditulis dengan persamaan: f=1/t atau T=1/f


Contoh Soal
 Dalam dua menit terjadi 960 getaran pada suatu partikel. Tentukan:
 a) periode getaran
 b) frekuensi getaran

Diketahui :
 Jumlah getaran n = 960
 waktu getar t = dua menit = 120 sekon

Jawab :
 a) periode getaran
 T = t /n
 T = 120 / 960 sekon
 T = 0,125 sekon

Jawab 
 a) periode getaran
T = t /n 
T = 120 / 960 sekon 
T = 0,125 sekon

Jenis Getaran 
1. Getaran bebas: yakni getaran yang terjadi ketika sistem mekanis dimulai dengan adanya gaya awal yang bekerja pada sistem itu sendiri, lalu dibiarkan bergetar secara bebas. Misalnya bandul yang awalnya diterik lalu dilepaskan, akan berhenti sendiri lama kelamaan.
 2. Getaran paksa: yakni suatu getaran yang terjadi ketika gerakan bolak balik karena adanya gaya luar yang secara paksa menciptakan getaran pada sistem. Misalnya gempa bumi


Sumber: https://mtsn2kotabandung.sch.id/owanseej/2021/04/GETARAN-DAN-GELOMBANG.pdf 
Continue reading Getaran

Kamis, 13 Januari 2022

FREKUENSI PERNAPASAN




Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan Pernapasan dihitung ketika udara satu kali masuk dan keluar. Dalam hitungan satu menit, frekuensi atau hitungan proses pernapasan manusia akan berbeda-beda.

1. Umur

Usia manusia yang semakin tua ternyata menyebabkan frekuensi pernapasan semakin lambat. Hal tersebut terjadi karena orang yang lebih tua akan melakukan aktivitas yang lebih sedikit dibanding manusia muda. Kebutuhan oksigen ketika bernapas ternyata sebanding dengan seberapa berat kegiatan manusia tersebut.

2. Jenis kelamin

 Secara umum, laki-laki diklaim membutuhkan kadar energy yang lebih banyak dibanding dengan perempuan. Hal ini menyebabkan kebutuhan udara (oksigen) dengan frekuensi lebih banyak dibutuhkan laki-laki, sedangkan perempuan lebih sedikit

3. Suhu tubuh 

Suhu dikatakan bisa mempengaruhi frekuensi karena semakin rendahnya suhu tubuh seseorang maka kebutuhan metabolisme akan semakin tinggi. Kestabilan panas tubuh manusia (36-37 derajat) dipengaruhi oleh kegiatan metabolismenya. Jika suhu kurang, maka untuk meningkatkannya adalah mempercepat laju metabolisme dan ini memerlukan oksigen yang lebih banyak.

4. Aktivitas

 Dalam faktor ini, segala pergerakan dan posisi tubuh ternyata bisa mempengaruhi frekuensi pernapasan. Ketika berlari misalnya, manusia akan perlu otot yang kontraksi. Ketika itu terjadi, oksigen yang dibutuhkan akan semakin tinggi dengan pola pernapasan yang cepat. Frekuensi pun akhirnya meningkat dibanding orang yang berjalan biasa atau berdiri.


Continue reading FREKUENSI PERNAPASAN

Mekanisme pernapasan manusia

 Pernapasan merupakan salah satu tanda vital yang paling utama bagi kita sebagai makhluk hidup. Seseorang bisa bernapas berkat kerjasama sistem pernapasan yang baik. Dalam mekanisme respirasi atau pernapasan sederhananya dilakukan dengan menghirup oksigen dan menghembuskan karbon dioksida.

Sistem pernapasan manusia berfungsi untuk menyediakan asupan oksigen secara konsisten agar seluruh fungsi tubuh bekerja dengan baik. Pada saat proses respirasi atau pernapasan berlangsung maka akan terjadi dua mekanisme yaitu inspirasi/inhalasi (menghirup udara) dan ekspirasi/ekshalasi (menghembuskan udara).

Selama respirasi/ pernapasan, udara dari atmosfer dihirup ke dalam tubuh melalui lubang hidung yang disebut dengan inspirasi/ inhalasi. Saat  inhalasi, diagrfagma dan otot dada berkontraksi, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang dan udara masuk ke paru-paru. Oksigen yang dihirup kemudian dibawa ke jantung dan seluruh tubuh oleh darah.

Sedangkan untuk proses ekspirasi, udara yang memiliki banyak karbondioksida dilepaskan kembali melalui lubang hidung. Saat ekspirasi/ ekshalasi, diagfragma  dan otot dada berelaksasi, volume rongga dada kembali normal dan udara keluar dari paru-paru. Karbondioksida dikeluarkan lewat tenggorokan dan berakhir di rongga hidung.

Dalam mekanisme respirasi/ pernapasan ini memerlukan kerjasama antara otot tulang rusuk, diagfragma, otot dada, dan otot perut. Adapun pernapasan ini dibedakan menjadi dua yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

Jenis Pernapasan

Pernapasan dada terjadi akibat dari kontraksi dan relaksasi otot karena tulang rusuk dan tulang dada. Dimana, untuk mekanisme inspirasi dan ekspirasinya antara lain sebagai berikut :

  • Inspirasi (inhalasi), otot antara tulang rusuk berkontraksi, rongga dada mengembang, volume paru-paru membesar dan tekanan mengecil sehingga udara dari luar masuk ke dalam paru-paru agar tekanan dalam paru-paru dan udara luar sama.
  • Ekspirasi (ekshalasi), otot antara tulang rusuk relaksasi, rongga dada mengempis kembali ke semula, tekanan dalam paru-paru membesar, volume paru-paru mengecil, hal ini menyebabkan tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan tekanan udara luar sehingga udara keluar.

Pernapasan perut terjadi akibat kontraksi dan relaksasi diafragma dan otot perut. Adapun untuk mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan perut adalah sebagai berikut :

  • Inspirasi (inhalasi), otot perut berkontraksi, diafragma mendatar, rongga dada membesar, tekanan dalam paru-paru mengembang, volume paru-paru membesar, udara dari luar masuk ke dalam.
  • Ekspirasi (ekshalasi), otot perut relaksasi, diafragma melengkung rongga dada mengecil, paru-paru mengempis tekanan besar, volume mengecil dan udara keluar.
Sumber: https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/mekanisme-respirasi-atau-pernapasan-11553/
Continue reading Mekanisme pernapasan manusia